'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
FGD Perdana Analisis Situasi TBC di PDA Kabupaten Labuhanbatu
25 September 2020 11:03 WIB | dibaca 83

Rantauprapat, 19 September 2020, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Labuhanbatu bersama SSR Community TB-Hiv Care 'Aisyiyah Labuhanbatu melaksanakan FGD Analisis Situasi (Ansit) TBC menuju intervensi desa bebas TBC. FGD ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 September 2020 di Desa Sei Merdeka dan Telaga Suka Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu . Ansit TBC ini  pertama kali  dilaksanakan di  Wilayah Sumut. Acara ini dilakukan ditempat dan waktu yang terpisah. Hadir dalam FGD ini Sekdes Sei Merdeka, Bapak Yusran, Petugas TB Puskesmas,  Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, Kepala Dusun, Ketua Perwiritan, Kader TB 'Aisyiyah, mantan pasien TBC, dan Keluarga Pasien TBC. Sedangkan dari Desa Telaga Suka turut hadir Perwakilan Kades Zulpan M, kelompok tani, nelayan Petugas TB Puskesmas,  Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, Kepala Dusun, Ketua Perwiritan, Kader TB 'Aisyiyah, mantan pasien TBC, dan Keluarga Pasien TBC.

Dalam acara FGD ini Ketua PDA Labuhanbatu yang diwakili oleh PCA Labuhanbilik Mardiah, S.Ag  menyampaikan bahwa gerakan penanggulangan TBC ini merupakan gerakan Dakhwah Aisyiyah di bidang kesehatan yang sudah berjalan dari tahun 2016 akhir. Untuk mempersiapkan FGD ini  para fasilitator telah melalukan Ansit TBC di desanya masing-masing yang bertujuan untuk membebaskan desa dari penyakit TBC. Diharapkan dengan berlangsungnya FGD ini dapat terwujud komunitas masyarakat yang peduli dengan gerakan penanggulangan TBC dan lahirnya kebijakan aparat desa yang mendukung gerakan intervensi desa bebas TBC. Semakin banyak desa yang terbebas dari TBC maka semakin mudah untuk kita semua berperan dalam mengeliminasi TBC di 2030

Kepala Desa diwakili oleh Sekretaris Desa Sei Merdeka dalam sambutannya sekaligus membuka acara FGD menyampaikan bahwa gerakan Aisyiyah di bidang kesehatan sangat Aktif dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian ‘Aisyiyah untuk menanggulangi penyakit TBC di desa ini. Sementara itu Kepala Desa Telaga Suka yang diwakili oleh Zulpan M mengucapkan terima kasih kepada ‘Aisyiyah yang telah bersedia melakukan analisis situasi TBC di desa ini dengan harapan jangan ada lagi masyarakat yang tertular penyakit ini, mencegah lebih baik daripada mengobati, tegasnya

Fasilitator Desa Sei Merdeka, Bapak Almanna RM menyampaikan bahwa  Ansit TBC di desa Sei Merdeka pada Juli  2020  ditemukan adanya permasalahan mengenai penanggulangan TBC di desa ini. Antara lain adalah (1) Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terkait TBC. (2)  Kendala yang di alami pasien TBC dalam proses pengobatan. (3) Beban ekonomi dari dampak pengobatan. (4) Tidak adanya kebijakan pemerintah desa yang mendukung program penanggulangan TBC. Hal yang sama juga diungkapakan oleh Sofwan sebagai Fasilitator Desa Telaga Suka antara lain (1) Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terkait TBC dengan adanya ditemukan pasien TBC RO di Desa Telaga Suka. (2)  Kendala yang di alami pasien TBC dalam proses pengobatan. (3) Beban ekonomi dari dampak pengobatan. (4) Tidak adanya kebijakan pemerintah desa yang mendukung program penanggulangan TBC

Sementara itu Koordinator program TB HIV Care 'Aisyiyah Labuhanbatu yang diwakili oleh Andri Fiska, SE mengharapkan dari acara FGD ini masyarakat desa perlu meningkatkan kembali edukasi tentang TBC dan membentuk komunitas penggiat TBC yang bekerja sama dengan semua elemen masyarakat yang ada di desa ini untuk membantu para pasien TBC dalam masa pengobatan mencapai kesembuhan. Selanjutnya  intervensi desa bebas TBC ini dapat terwujud di dua desa ini. Acara dilanjutkan dengan diskusi semua peserta FGD ( PDA Labuhanbatu, SSR Community TB-Hiv Care 'Aisyiyah Labuhanbatu, editor Sofwan/Almanna Rm)


 

Shared Post: