'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
'Aisyiyah Sumut Resmikan Baitul Mufidah, Rumah Singgah bagi penderita TBC Resisten Obat
04 Maret 2019 12:44 WIB | dibaca 252

Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Sumatera Utara bersama Community TB-HIV Care 'Aisyiyah meresmikan "Baitul Mufidah", Rumah Singgah dan Pojok Informasi Tuberkulosis Resisten Obat, Kamis 28 Februari 2019. Rumah Singgah yang terletak di Jalan Ncole ini dikhususkan untuk pasien tuberkulosis resisten obat yang berobat di RSUP H. Adam Malik Medan. Selain rumah singgah, rumah ini nanti digunakan untuk ruang diskusi, informasi, dan pertemuan terkait tuberkulosis resisten obat.

Peresmian ini dihadiri oleh beberapa lembaga yang konsern pada pemberantasan TB seperti Organisasi mantan pasien TB RO 'Pesat', KMP 'Aisyiyah, pimpinan 'Aisyiyah, Pasien Supporter TB RO, dan perwakilan Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik.

Elynita, Ketua Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Sumatera Utara dalam sambutannya mengatakan bahwa peresmian Rumah Singgah ini adalah wujud peduli 'Aisyiyah untuk memberantas tuberkulosis sampai ke akarnya. Pengadaan rumah singgah ini adalah salah satu strategi untuk mempermudah sekaligus mengedukasi masyarakat agar memahami tuberkulosis tersebut. "Fungsi Rumah Singgah ini adalah untuk pasien yang datang dari jauh sehingga harus menginap di dekat Adam Malik karena alasan pengobatan yang membutuhkan lebih dari satu hari. Rumah singgah bisa digunakan untuk menginap dan nantinya kita berikan edukasi dan pemahaman terkait tuberkulosis agar pasien dan keluarganya bisa memahami tentang tuberkulosis," Ungkap Elynita.

Ia juga mengatakan perlunya rumah singgah diadakan karena pelayanan tuberkulosis resisten obat yang sangat terbatas. Di Sumut sendiri hanya ada beberapa rumah sakit saja yang dapat melayaninya. "Karena itu, kita adakan rumah singgah ini karena pelayanan TB Resisten Obat yang sangat terbatas. Banyak pasien dari luar Medan yang berobat di Adam Malik," jelasnya.

Zubaidah Pohan, Kepala SR Community TB-HIV Care 'Aisyiyah Sumut menambahkan bahwa pengadaan Rumah Singgah merupakan salah satu program yang dijalankan oleh TB Care 'Aisyiyah. Ini perlu dilakukan karena upaya untuk mengurangi dan memberantas Tuberkulosis di Sumut khususnya. "Ini merupakan bagian dari program tuberkulosis resisten obat yang sedang kami jalankan. Kami bekerja sama dengan RSUP H. Adam Malik untuk pendampingan pasien TB RO. Untuk itu, perlunya rumah singgah ini adalah untuk memudahkan pasien saat melakukan pemeriksaan intens. Selain itu, kita harapkan pasien mengerti dan termotivasi untuk menjalankan pengobatan dimana kita tau pengobatan tuberkulosis ini panjang," ungkap Zubaidah saat dimintai keterangannya. Ia berharap bahwa rumah singgah ini dapat bermanfaat sesuai dengan nama dari rumah singgah tersebut, Baitul Mufidah yang bermakna rumah yang bermanfaat.

Tini Silalahi, perwakilan Organisasi mantan Pasien 'Pesat' mengatakan bahwa yang dilakukan 'Aisyiyah Sumut adalah baik. Pesat yang selama ini menjadi pendamping pasien TB RO merasa terbantu dengan adanya rumah ini karena akan digunakan juga sebagai ruang diskusi bagi lembaga yang peduli TB. "Kami berterima kasih kepada 'Aisyiyah yang terus mengajak kami untuk memberantas TB. Semoga dengan adanya program ini, kami turut serta untuk memanfaatkannya," ungkap Tini.

Peresmian Rumah Singgah dilakukan dengan pemotongan pita di pintu masuk serta membuka papan nama yang ditutup sebelumnya (TB-HIV Care 'Aisyiyah Sumut)

 

Shared Post: