'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Kolaborasi LPPA Sumut Dan PW Nasyiah Dalam Workshop Pendidikan Politik Bagi Pemuda
09 Desember 2021 10:55 WIB | dibaca 56

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Utara berkolaborasi dengan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sumatera Utara menggelar Workshop Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda. Kegiatan inidiselenggarakan di Komplek Perguruan Aisyiyah Sumatera Utara Jl. Mesjid No. 806 Deli Serdang.

Kegiatan workshop dihadiri olehPimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah dan LPPA PWA Sumut, PDNA Medan, PCNA Percut Sei Tuan dan PCPM Percut Sei Tuan, Mahasiswa UNIMED, Mahasiswa UIN Sumut, Mahasiswa UMA, Mahasiswa UMSU, Guru-guru Tsanawayiah, Aliyah Aisyiyah dan Siswa/i MTS dan Aliyah Aisyiyah. Selain itu, tampak hadirKetua LPPA PWA Sumut Ibu Fitriani Lubis,M.Pd , narasumber Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD TK II Sumut Bapak H. Hendra Cipta, SE dan dariLembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah Sumut Ibu Dra. Zeni Armila. Hendra Cipta dalam kegiatan workshop menyampaikan pengalaman dan motivasi beliau untuk aktifberperan dalam kegiatan politik. Beliau juga menyampaikan betapa pentingnya politikdalam kehidupan. Setelah penyampaian dari Hendra Cipta, diadakan sesi tanya jawab terkait pembahasan yang disampaikan oleh pemateri pertama. Salah seorang Mahasiswi mengajukan pertanyaan perihal “Tindakan apa yang harus dilakukan, apabila terdapat praktik money politik di lingkungan sekitar saya?” Hendra Cipta menjawab pertanyaan tersebut dengan menyatakan bahwa generasi muda seperti halnya mahasiswa sudah seharusnya mempersiapkan kualitas diri untuk membangun negeri. Tentu, diperlukan pemikiran yang luas dan terbuka oleh generasi muda terkait esensi politik dan penerapannya dalam memperbaiki praktik politik di Indonesia pada masa yang akan datang. Dengan begitu, jadilah politisi di tempat kamu tinggal tersebut. Melihat dan merasakan dampak negatif dari praktik politik yang tidak sehat, tentu kamu harus menjadi bagian  di dalamnya. Selaras dengan pertanyaan tersebut, Hendra cipta memberikan pesan kepada generasi muda untuk mengisi waktunya dengan membaca buku. Melalui buku, seseorang dapat memperkaya ilmu dan wawasan terhadap berbagai pengetahuan. Sangat jarang ditemukan generasi muda membeli buku atau bahkan hanya sekadar membaca buku di perpustakaan,sementara membaca dapat meningkatkan kualitas diri.

  

Selain pemaparan abangda Hendra Cipta materi selajutnya disampaikan olehperwakilan Aisyiyah yang diwakilkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah disampaikan oleh ibu Zeni Armila, beliau menyampaikan apa itu politik dan politik yang berkembang pada saat ini. Dalam penyampaiannya, Zeni Armila menjelaskan bahwa dalam Islam, politik disebut dengan Siyasi.  Politik tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Ketika lahir ke dunia pun, kita sudah masuk ke dalam sistem politik. Misalnya, proses pembuatan akta kelahiran yang merupakan bagian dari adminsitasi negara, diurus oleh dinas kependudukan. Dalam sesi Tanya jawab, salah seorang siswa bertanya perihal apa perbedaan politik Islam dengan politik secara umum? apa tanggapan pemateri terkait orang yang golput  atau tidak ikut andil dalam pemilihan? Zeni Arnila menjawab pertanyaan tersebut dengan menyatakan bahwa politik islam menerapkan sikap jujur, amanah, bertanggungjawab, adil, dan senanitasa menrapkan sistem musyawarah. Menanggapi pertanyaan kedua, Zeni Arnila menyatakan bahwa sudah seharusnya kita melek politik. Sehingga, yang menjadi penyalur aspirasi masyarakat merupakan orang-orang yang berkualitas. Sudah kita saksikan, berapa banyak perwakilan rakyat memakai rompi orange terjerat kasus korupsi. Oleh karena itu, jadilah generasi Indonesia yang berkualitas, sebagai penerus bangsa ke depannya.

Kegiatan workshop Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda ditutup dengan sesi foto bersama. Harapannya, melalui kegiatan ini dapat membuka pemikiran generasi muda terhadap pentingnya politik.(Fitriani Lbs)

Shared Post: