'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PDA Deli Serdang Mengikuti Seminar Kajian Ke-Islaman di PWA Sumut
04 September 2019 11:35 WIB | dibaca 100

Mengawali tahun baru Hijriah, tanggal 31 Agustus 2019/30 Julhijjah 1440 H, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah DeliSerdang bersama Majelis Tabligh dan Majelis Kesehatan PDA Deli Serdang menjadi salah satu peserta Seminar Kajian Keislaman yang di laksanakan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Utara bekerja sama dgn Majelis Tabligh dan Majelis Kesehatan PWA Sumut. Topik kajian adalah Khitan Perempuan Menurut Hukum Islam dan Kesehatan. 

Khitan atau sunat perempuan sangat lumrah dan biasa di lakukan oleh masyarakat Islam secara luas. Pelaksanaan itu bisa juga di lakukan karena adat budaya dan perintah baik secara agama maupun tradisi turun temurun. Itulah selama ini yang masih menjadi pemahaman masyarakat secara umum.  Pada jaman dahulu sunat perempuan di lakukan oleh tukang sunat tanpa melalui pendidikan yang resmi dari Dinas Kesehatan , bisa menggunakan kunyit,daun kelor, bambu dan lain-lain tanpa memikirkan alat tersebut apakah layak dan steril. Sehingga berdampak pada efek samping yang membayakan dari pendarahan hebat dan terjadinya infeksi yang bisa menimbulkan berbagai penyakit. Belum lagi mitos yang berkembang di masyarakat tentang budaya sunat bagi perempuan yang cukup menggelitik dari dapatnya menekan libido perempuan sampai mencegah sifat agresif yang berlebihan dari perempuan seperti terhindar dari kementelan atau genit.

Dalam acara kajian ini,  Ketua PWA Sumatera Utara,  ibu Hj. Elynita dalam pembukaan seminar berharap agar seluruh warga ‘Aisyiyah dapat memahami dengan benar pelaksanaan khitan perempuan apakah wajib dalam hukum Islam dan apakah manfaat nya dari kesehatan dan kelak selesai seminar dapat mensosialisaikan kembali ke Cabang dan Ranting 'Aisyiyah se-sumut.

Dr. Sulidar, M.Ag, menyampaikan sesuai  As-Sunnah dan Keputusan Tarjih Muhammadiyah "Mengingat dalil pelaksanaan khitan bagi perempuan tidak begitu jelas,  khitan bagi perempuan bukanlah suatu kewajiban. Narasumber berikutnya dr.Elfira Sungkar SP.OG dari RSU Pirngadi Medan,  menyampaikan bahwa sunat perempuan di lakukan apabila tidak sesuai dengan kondisi perempuan akan berdampak pada resiko pendarahan hebat, Resiko infeksi dan menyebabkan ketidaknyamanan dalam melakukan hubungan seksual yang dapat meninbulkan efek samping jangka panjang . Hal ini  diperkuat dengan pandangan secara medis menurut Permenkes No. 6 Tahun 2014 bahwa Khitan Perempuan hingga saat ini tidak merupakan tindakan kedokteran karena pelaksanaannya tidak berdasarkan indikasi medis dan belum terbukti dapat bermanfaat bagi kesehatan". WHO mengatakan bahwa khitan pada perempuan tidak memiliki manfaat kesehatan sama sekali terhadap perempuan.

Dari ke dua nara sumber dapat dimengerti dan difahami bahwa khitan perempuan tidaklah wajib secara hukum Islam karena tidak di iringi dengan dalil-dalil yang kuat dan secara kesehatan juga berdampak pada efek yang membayakan pada perempuan sehingga menimbulkan mudharat.

PDA Deli Serdang mengucapkan terima kasih kepada PWA Sumut yang telah melasanakan Seminar Kajian Keislaman ini sehingga pemahaman khitan perempuan dapat di fahami dengan sebenar benarnya. (PDA Deli Serdang)

 

 

 

 
   
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari