'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PR TB HIV Care 'AISYIYAH Sumut Melibatkan UGM Dalam Pelatihan Tools Analisa Situasi TB-HIV 2019 di SSR Asahan
30 April 2019 09:19 WIB | dibaca 228

Pada tanggal 8-9 April 2019 PR TB ‘Aisyiyah Sumut melaksanakan kegiatan pelatihan Tools Analisa Situasi (Ansit) di Kantor PDA Kabupaten  Asahan.  Peserta terdiri dari Koordinator SR, Wasor Dinkes Asahan dan Koordinator SSR Asahan. Narasumber dalam pelatihan Tools ini seorang Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada yaitu dr. Roland Pirade Arung. Kepala SSR Kab.Asahan Murniati, M.Pd berharap dengan adanya Ansit ini dapat menggagas lahirnya  PERDA tentang TBC dan pada tahun 2030 TBC bisa tereliminasi di Asahan.

Sri Maharani Arfiani sebagai koordinator Program TB Care-HIV 'Aisyiyah Sumut yakin bahwa RAD TB akan terbit di Asahan jika semua stake holder dapat berperan di SKPD nya masing-masing dan membuang jauh-jauh pemikiran bahwa “TBC itu hanya tugas dari Dinas Kesehatan saja”.  Pengalaman R-SSF, hasil Ansit yang tepat guna menjadi salah satu perangkat advokasi yang menentukan keberhasilan advokasi dan hasil Ansit akan berakhir dengan model support mechanism dalam penanggulangan TB (termasuk TB-HIV & TB-RO). Rekomendasi hasil Ansit diturunkan dalam bentuk Policy Paper yaitu sebuah dokumen yang menguraikan dasar rasional dalam pemilihan sebuah alternative kebijakan yang diusulkan dan digunakan sebagai bahan argumentasi dalam proses lobby kepada pengambil kebijakan.

Pada Round-NFM, pelaksanaan pengumpulan dan analisa Data TB-HIV serta penyusunan Policy Paper dilaksanakan oleh KP-MAK UGM yang  ditetapkan oleh Tim Review Proposal (TRP) sebagai Implementing Unit (pelaksana kegiatan). Unit KP- MAK UGM telah menandatangani kontrak dengan PR TB-HIV ‘Aisyiyah untuk pelaksanaan kegiatan Ansit selama periode NFM di 27 Kabupaten/Kota pada tahun 2016, 82 Kabupaten pada tahun 2017, serta 21 Kabupaten/Kota pada tahun 2018. Pelaksanaan kegiatan KP-MAK UGM bekerjasama dengan Majlis Dikti Muhammadiyah, FKM UAD, dan FIKES UNISA dengan metodologi enumerator adalah staff SSR dan Wasor TB Kabupaten/Kota dari 21 Kabupaten Community TB-HIV program NIP di tahun 2019. Untuk mempercepat proses dalam kerja-kerja advokasi program TB di daerah maka kegiatan Ansit akan segera dilakukan dengan didahului pelatihan bagi enumerator, pengumpulan data dan analisanya.

Pelatihan enumerator akan diadakan di tingkat SR (Propinsi) oleh Tim pelaksana Ansit dengan pelatihan2 hari.  Peserta akan langsung mempraktekkan pengisian form dalam aplikasi 1) TB Costing Tools yaitu untuk mengetahui biaya yang dibutuhkan untuk setiap pasien TB sejak mereka sakit hingga mereka sembuh. 2) Aplikasi TB Economic Burden bermanfaat untuk menghitung biaya yang seharusnya dihasilkan oleh penderita TB apabila mereka tidak sakit dan beban tersebut menjadi tanggungjawab atau menjadi beban pada lingkungannya. Jadi kedua aplikasi Tools tersebut dalam Ansit untuk proyeksi dalam perencanaan anggaran kesehatan kedepan. Data sekunder yang harus dibawa saat pelatihan antara lain profil BPS atau Kabupaten/Kota dalam Angkatahun 2017, profil Kesehatan (DinasKesehatan) dan profil Program TB, juga Anggaran Pembangunan Daerah (APBD) dari Bappeda dalam 3 tahun terakhir, Kebijakan program TB dan form-form TB antara lain Form TB 07; Form TB 08, dan E-TB Manager. (Koordinator Program TB Care-HIV 'Aisyiyah Sumut)

Shared Post: