'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Ramadhan Berbagi di PDA Asahan
04 Juni 2019 11:54 WIB | dibaca 217

Ahad tanggal 26 Mei 2019, PDA Asahan  mengadakan  kegiatan Pengajian Ramadhan 1440 H dengan berbagi kepada kaum duafa. Setelah acara pembukaan, Salmiyah Ketua MajelisTabligh PDA Asahan yang menjadi panitia menyampaikan  penerima santunan  jumlahnya sekitar 35 orang,  yang hadir 33 orang dan   2 orang lagi dikunjungi kerumahnya.

Bapak Yusri S.Ag dalam  pengajiannya menyampaikan ada 3 alasan yang menjadikan orang bertaqwa dalam berpuasa (1)  Mampu meninggalkn larangan Allah (2)  Menyadari bahwa kita senantiasa dalam pengawasan Allah. (3) Semangat menjalankan Ibadah yang akan semakin mendekatkan diri kita kepada Allah. Dengan menjalankan tiga hal tersebut Insya Allah kita akan menjadi orang-orang yang pandai bersyukur.

Pembagian sembako kepada yang layak menerimanya dilaksanakan setelah selesai pengajian. Ada rasa haru sewaktu menyaksikan  satu persatu penerima santunan maju kedepan  menerima bantuan berupa sembako dan sedikit uang. Ada beberapa diantara mereka  yang sampai menitikkan air karena rasa bahagianya dan  mengatakan semoga 'Aisyiyah makin sukses  sehingga tahun depan  mereka diundang kembali.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang diadakan di Aula STIHMA acara tahun  ini diadakan di halaman kampus STIHMA. Selain pemberian Sembako diadakan juga penjualan paket Sembako murah dan batik.

Acara di tutup oleh Ketua PDA Asahan Sumiati SH, yang mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga 'Aisyiyah , guru-guru yang ada di komplek Muhammadiyah Mutiara Kisaran , para penerima bantuan dan seluruh pihak yang telah membantu dalam bentuk secara materi, tenaga dan doa. Ucapan terima kasuh secara khusus kepadaterlebih ibu Ratmi Susiani Sagala,SH,M.Hum Ketua STIHMA yang sudah memfasilitasi tempat di halaman kampus STIHMA agar kegiatan ini bertambah syiarnya . Selain itu Ketua STIHMA juga memberikan tali asih kepada penggerak-penggerak 'Aisyiyah terdahulu di Asahan.

Setelah acara penutupan kegiatan diakhiri dengan kunjungan ke rumah Bapak San Muslim yang sudah berusia 80 tahun. Tahun lalu beliau masih bisa datang tapi kali ini  kondisi fisiknya sudah menurun dan tidak bisa berdiri lagi. Tinggal di rumah kontrakan yang kondisinya memprihatinkan bersama  anak ke-3 bernama Mursiyem  usia 48 tahun yang mencari nafkah dengan mencari kayu bakar dan memiliki seorang anak dengan mental yang agak lemah (PDA Asahan)

Shared Post: