'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
TBC is Everybody Business
21 Juni 2019 13:01 WIB | dibaca 200

Kamis, tanggal  13 Juni 2019 SR TB HIV Care  'Aisyiyah Sumut mengadakan Workshop bertempat di Avros Park yang asri di pinggir sungai Deli. Diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari utusan PWA Sumut, petugas poli TB DOTS  dari RS H.Adam Malik, RS Haji, RS Pirngadi dan RSUD Lubuk Pakam. Acara ini diikuti juga  oleh Pasien Suporter yang mantan pasien TB RO (Resisten Obat), MK (Manager Kasus), Kepala dan Tim SR TB Sumut juga Kepala dan kordinator SSR TB Kota Medan dan Deli Serdang.

Pada kata sambutannya dalam pembukaan workshop ini Hj.Elynita Ketua PWA Sumut menyampaikan betapa pentingnya apa yang dilakukan program TB HIV Care 'Aisyiyah dalam pendampingan kepada pasien terutama pasien TB RO. Beliau punya pengalaman pribadi dengan keluarga dekatnya penderita DM yang juga menderita TBC. Pada waktu itu sang keluarga tidak disiplin dalam mengkonsumsi OAT (Obat Anti Tuberkulosis) dan menghentikannya sewaktu tubuhnya sudah merasa mulai sehat. Yang terjadi kemudian adalah TBC si pasien kambuh lagi, dan pantas disyukuri karena TBC nya tidak berubah status menjadi TB RO. Andaikata pada waktu itu sudah ada program TB HIV Care 'Aisyiyah mungkin kondisi ini dapat dihindarkan. Diakhir sambutannya Ketua PWA Sumut berharap agar dalam bekerja dapat menyampaikan dakwah dengan rasa cinta dan kasih sayang.

Pada paparannya Chairina Ulfa,SKM,M.Kes staf seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Sumut menyatakan sembuhnya pasien TB RO harus menjadi tanggung jawab kita semua karena setiap pasien berpotensi untuk menularkan kepada 1 - 15 orang lain disekitarnya dengan cara penularan yang lebih mudah dari penularan HIV karena kuman TB yang bertebaran di udara. Penyakit TB ini tidak memilih orang untuk menjadi korban, bahkan ada pejabat tinggi yang mengidapnya. Karena itulah ada kalimat : TB is everybody bussiness.

Sesi diskusi workshop berlangsung meriah karena para PS saling membagikan pengalaman dalam mendampingi pasien TB RO. Ada pasien yang tidak bersedia menuntaskan pengobatannya karena efek samping obat yang terasa sangat mengganggu, ada pula yang tidak rutin konsul ke faskes dengan alasan tidak ada biaya untuk transport dan bermacam alasan lainnya.

Mengingat penyembuhan TB RO ini menghabiskan biaya antara 150 - 200 juta rupiah sampai pasien sembuh dan potensinya untuk menularkan kepada siapa saja maka marilah kita peduli untuk memutuskan atau paling tidak mengurangi rantai penularannya. (TB Care 'Aisyiyah Sumut)

Shared Post: